Sambut Ramadhan FAI Unissula Selenggarakan Lokakarya Imasakiyah

Berita, Nasional53 Views

Lembaga Kajian dan Penerapan Nilai-nilai Islam (LKPI) bersama Ahwal Syakhsiyah Fakultas Agama Islam (FAI) Unissula menyelenggarakan lokakarya imsakiyah Ramadhan 1447H. “Apresiasi kepada LKPI dan Prodi Ahwal Syakhsiyah yang konsisten setiap tahun menyelenggarakan lokakarya imsakiyah sebagai wujud nyata kontribusi menyambut awal Ramadhan dengan kajian mendalam, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan” ungkap Wakil Rektor II Unissula Dr Dedi Rusdi SE MSi Akt CA CRP, Selasa (3/2/2026).

Kepala LKPI Moh Farhan SPdI SHum MPdI menjelaskan dari lokakarya imsakiyah akan menghasilkan jadwal imsakiyah yang digunakan sebagai pedoman umat muslim. “Lokakarya ini akan menghasilkan jadwal imsakiyah sebagai pedoman umat muslim di Semarang dan sekitarnya dalam menjalankan puasa Ramadhan. Hal ini meneguhkan Unissula sebagai universitas Islam yang hadir di tengah-tengah masyarakat,” jelasnya.

Selanjutnya ahli falak Drs Slamet Hambali MSi menjelaskan bahwa di tahun ini ada kemungkinan perbedaan awal puasa Ramadhan. “Jadwal imsakiyah kami sesuaikan dalam kalender yang telah disepakati oleh tim rukyat hisab Kemenag yakni awal Ramadhan 19 Februari 2026, dan akhir Ramadhan jatuh pada 20 Maret 2026. Walaupun pada pelaksanaannya nanti tetap menunggu dan memperhatikan sidang isbat yang diselenggarakan pemerintah,” jelasnya.

Perbedaan ini menurutnya karena perbedaan metode yang digunakan. Dimana Muhammadiyah menggunakan Kalender hijriyah global tunggal. Dimana apabila di belahan bumi manapun telah masuk sesuai kriteria tinggi bulan sudah 5 derajat maka malam itu sudah masuk tanggal 1. Dengan metode hisab tersebut sehingga Muhammadiyah menetapkan awal Ramadhan jatuh pada 18 Februari 2026 dan diakhiri pada 19 Maret 2026.

Pernyataan tersebut diperkuat dengan simulasi rukyatul hilal menggunakan aplikasi stellarium yang dilakukan Dr Mochamad Choirun Nizar SHI MHI. “Tanggal 17 Februari terjadi kegagalan rukyatul hilal. Sehingga sudah dipastikan bulan Sya’ban disempurnakan menjadi 30 hari, karena hilal seluruh Indonesia masih dibawah ufuk. Sedangkan 1 Syawal 1447 jatuh pada tanggal 21 Maret 2026,” jelas dosen FAI Unissula tersebut.

Sehingga melihat simulai tersebut pihaknya mengungkap akan terjadi perbedaan. “Kemungkinan terjadi perbedaan pada awal Ramadhan dan Syawal 1447. Meskipun secara bijak kita tetap menunggu hasil sidang isbat yang dilakukan pemerintah Indonesia. Namun walaupun berbeda kita harus tetap bersatu,” pungkasnya.