Prof. Bahtiyar Efendi Resmi Jadi Dewan Pakar DPP IKAMA 2025–2026, Perkuat Konsolidasi Organisasi

Berita, Nasional13 Views

Struktur Kepengusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Keluarga Madura (IKAMA) periode 2025-2030 resmi diumumkan.

H. Muhammad Rawi kembali dipercaya menduduki posisi Ketua Umum. Hal ini berarti, untuk kali ketiga, pria yang akrab disapa Abah ini menakhodai organisasi IKAMA.

Di posisi Sekretaris Jenderal, didapuk H. Hanafi. Sedangkan tugas Bendahara Umum diemban H. Ach. Arif Efendi.

Guna memperkuat reorganisasi, IKAMA juga mengangkat Profesor Bahtiyar Efendi sebagai Dewan Pakar.

Abah H. Muhammad Rawi mengungkapkan terima kasih atas kepercayaan dari seluruh anggota IKAMI kepada dirinya untuk kembali memimpin organisasi.

“Dengan dibentuknya kepengurusan yang baru, kami ingin menegaskan soliditas internal organisasi, sekaligus menjadi momentum konsolidasi menuju peran yang lebih strategis. Tentunya tidak hanya bagi warga Madura, tetapi juga dalam kontribusi nyata terhadap dinamika sosial dan pembangunan nasional,” ungkapnya, Senin (16/2/2026).

Dirinya mengajak seluruh anggota untuk bahu-membahu membesarkan organisasi, untuk bisa berkiprah dan memberikan manfaat kepada masyarakat luas.

“Tentunya, pengurus tidak bisa bergerak sendiri. Butuh dukungan, masukan, dan kritik membangun dari seluruh anggota, agar kiprah organisasi bisa dirasakan,” tuturnya.

Profesor Bahtiyar Efendi selaku Dewan Pakar IKAMA menyambut baik reorganisasi yang dilakukan Ikatan Keluarga Madura. Menurutnya, hal ini dapat memotivasi anggota untuk bisa berbuat maksimal bagi organisasi.

“Selain itu, tentunya diharapkan melalui reorganisasi ini semakin menjadi magnet bagi keluarga besar Madura di manapun berada untuk ikut bergabung, sehingga makin menguatkan pondasi organisasi dan silaturahmi,” tutur Prof. Bahtiyar.

Dikatakannya, warga Madura tersebar di seluruh penjuru nusantara. Dengan bergabung di IKAMA diharapkan warga Madura di perantauan tidak melupakan tanah kelahiran dan bisa ikut membangun kampung halaman.

“IKAMA aktif dalam bidang pembangunan dan sosial. Mudah-mudahan warga Madura bisa terus berkiprah ikut memajukan kampung halaman dan wilayah tempatnya berdomisili sekarang,” tuturnya.

Sekjen, H. Hanafi menambahkan kepengurusan baru akan memprioritaskan empat sektor utama, yakni pendidikan, penguatan ekonomi, sosial kemasyarakatan, serta pendampingan hukum.

“Fokus tersebut dirancang sebagai layanan konkret organisasi bagi anggota maupun masyarakat luas, dengan pendekatan inklusif tanpa membedakan latar belakang etnis,” katanya.

Pada sektor pendidikan, katanya lagi, IKAMA menargetkan pengembangan lembaga pendidikan formal dan nonformal, baik di dalam maupun luar negeri.

“Program ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta membuka akses pendidikan yang lebih merata, khususnya bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan kesempatan,” tuturnya.

Di bidang ekonomi, penguatan peran Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) menjadi strategi utama dalam membangun jaringan ekonomi berbasis komunitas.

“Model kolaborasi antarwilayah diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi anggota sekaligus menciptakan peluang usaha baru yang berkelanjutan,” jelasnya.

Sementara pada sektor sosial, kepedulian organisasi telah diwujudkan melalui aksi kemanusiaan berskala nasional.

“DPP IKAMA tercatat menyalurkan bantuan senilai Rp750 juta bagi korban bencana di Sumatera dan Aceh, serta Rp300 juta untuk korban bencana di Kabupaten Cianjur,” paparnya.

“Bantuan tersebut merupakan hasil gotong royong DPW IKAMA di seluruh Indonesia, termasuk kontribusi signifikan dari DPW IKAMA Arab Saudi senilai Rp80 juta,” imbuhnya.

Pada aspek hukum, IKAMA menegaskan komitmennya menghadirkan layanan pendampingan hukum gratis melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH), baik dalam proses litigasi maupun nonlitigasi.

“Program ini ditujukan untuk memberikan perlindungan hukum bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya kelompok rentan,” katanya.

“Periode 2025–2030 harus menjadi fase penguatan peran organisasi agar lebih adaptif dan responsif terhadap perubahan zaman, sekaligus memperkuat posisi IKAMA sebagai organisasi sosial yang aktif berkontribusi dalam pembangunan masyarakat di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.