Gus Faiz di Khutbah Wada’ Unissula: Mahasiswa Harus Jadikan Ilmu sebagai Jalan Membahagiakan Orang Tua

Berita, Nasional1865 Views

Mahasiswa hendaknya menjadikan ilmu yang dipelajari sebagai jalan untuk membahagiakan orang tua. Pesan tersebut disampaikan Pengasuh Pesantren Tahfidz Yanbu’ul Qur’an (YTPQ) Menawan Kudus, KH Ahmad Faiz Lc MA dalam Khutbah Wada’ Pesantren Mahasiswa Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Gelombang IV yang berlangsung di Masjid Abu Bakar Assegaf Unissula, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi penanda berakhirnya Program Pesantren Mahasiswa Unissula Gelombang IV yang telah dilaksanakan selama dua bulan. Program ini diikuti mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Teknologi Industri (FTI), dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Selama mengikuti program, para mahasantri dibekali berbagai keilmuan keagamaan, kemampuan baca tulis Al-Qur’an, serta penguatan nilai-nilai birrul walidain yang menjadi salah satu program unggulan Unissula sebagai Kampus Birrul Walidain.

Dalam laporannya, Kepala LKPI Unissula menyampaikan bahwa program pesantren mahasiswa dirancang untuk membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter Islami yang kuat. Nilai penghormatan kepada orang tua, guru, dan sesama menjadi bagian penting yang terus ditanamkan kepada para peserta selama mengikuti kegiatan.

Wakil Rektor III Unissula, Dr Achmad Arifulloh SH MH mengapresiasi pelaksanaan Program Pesantren Mahasiswa (Pesanmasa) Gelombang IV yang telah berjalan dengan baik. Ia menyampaikan bahwa meskipun para peserta berasal dari tiga fakultas yang berbeda, yakni FEB, FTI, dan FKIP, seluruhnya dipersatukan oleh nilai-nilai Islam yang menjadi fondasi pendidikan di Unissula.

Menurutnya, Pesanmasa merupakan bagian dari komitmen Unissula sebagai Kampus Birrul Walidain dalam membentuk Generasi Khaira Ummah yang berilmu, berakhlak, dan menghormati orang tua serta dosen. Ia berharap para mahasiswa yang telah mengikuti program tersebut dapat menjadi teladan di lingkungan kampus dengan menjaga shalat, adab, disiplin, serta mampu membanggakan orang tua, membahagiakan dosen, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dalam tausiyahnya, KH. Ahmad Faiz menjelaskan bahwa mencari ilmu tidak selalu berlangsung di dalam ruang kelas maupun majelis. Melalui konsep jalan-jalan dan makan-makan (siyahah dan kuliner), seseorang juga dapat belajar mengenal kehidupan, memperluas wawasan, melakukan tafakur, sekaligus mensyukuri nikmat Allah SWT. Menurutnya, perjalanan dan kebersamaan dalam menikmati hidangan dapat menjadi media pembelajaran yang menghadirkan pengalaman, refleksi, dan rasa syukur yang lebih mendalam.

Lebih jauh, Gus Faiz menegaskan bahwa semangat menuntut ilmu harus terus dijaga sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan dan doa orang tua. Kesempatan belajar yang dimiliki mahasiswa saat ini merupakan hasil dari pengorbanan orang tua yang patut dibalas dengan kesungguhan dalam menuntut ilmu dan berprestasi.

“Ilmu yang diperoleh tidak hanya untuk meraih gelar akademik, tetapi juga sebagai bekal untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat. Dengan belajar sungguh-sungguh, mahasiswa sesungguhnya sedang menyiapkan cara terbaik untuk membahagiakan orang tua di masa depan,” ungkapnya.

Gus Faiz juga mengingatkan bahwa ketika telah memiliki rezeki yang lebih, mahasiswa tidak boleh melupakan orang tua. Membahagiakan mereka dapat diwujudkan melalui berbagai cara sederhana, seperti mengajak makan bersama, berwisata, membantu kebutuhan mereka, maupun meluangkan waktu untuk menemani dan memberikan perhatian.

Menurutnya, keberhasilan menyelesaikan Program Pesanmasa tidak hanya tercermin dari bertambahnya ilmu dan kualitas ibadah, tetapi juga dari semakin kuatnya rasa syukur, kepedulian kepada sesama, serta komitmen untuk memuliakan kedua orang tua sebagai sumber keberkahan dalam menuntut ilmu.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dekan FEB Prof Dr Heru Sulistyo SE MSi, Dekan FTI H Muhammad Qomaruddin ST MSc PhD, Dekan FKIP Dr Muhamad Afandi SPd MPd MH, serta Kepala UPT Pemasaran dan Kehumasan Dr Setiawan Widiyoko ST SH MSi MKn.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *