Pesanmasa Unissula Tekankan Birrul Walidain Kunci Mutlak Kesuksesan

Berita, Nasional100 Views

Pesantren Mahasiswa (Pesanmasa) Unissula menggelar kegiatan khutbah ta’aruf gelombang V di Masjid Abu Bakar Assegaf Kampus Kaligawe, Senin (22/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian pembinaan pesantren mahasiswa yang akan diikuti oleh mahasantri dari Fakultas Agama Islam (FAI) dan Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) selama dua bulan ke depan.

Kepala LKPI Unissula Moh. Farhan Husain SPdI SHum MPdI yang juga menjabat sebagai Pengurus Wilayah Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PWNU Jawa Tengah menyampaikan selamat datang kepada seluruh mahasantri. Menurutnya khutbah ta’aruf menjadi momentum penting sebagai awal dimulainya proses pembinaan di Pesanmasa Unissula. “Ahlan wa sahlan kepada seluruh mahasantri Gelombang V dari FAI dan FIKOM. Selama dua bulan ke depan, para mahasantri akan mengikuti berbagai program penguatan keilmuan keagamaan, pembiasaan ibadah, serta pembentukan karakter Islami,” ujarnya.

Farhan menambahkan salah satu fokus utama pembinaan adalah implementasi nilai birrul walidain yang menjadi program unggulan Rektor Unissula melalui penguatan identitas Kampus Birrul Walidain. Seluruh mahasantri akan mendapatkan pendampingan intensif dari musyrif, musyrifah, asatidz, dan asatidzah yang bersinergi dengan dosen-dosen FAI untuk memastikan proses pembinaan berjalan optimal.

Selanjutnya hadir sebagai pemateri Pengasuh Pondok Pesantren Roudlatul Mubtadiin Balekambang Jepara Dr H Miftahudin SAg MM. Yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua RMI PWNU Jawa Tengah serta anggota Dewan Pembina tingkat nasional Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (HEBITREN) Indonesia.

Pihaknya menegaskan bahwa keberhasilan seseorang tidak dapat dilepaskan dari berbakti kepada kedua orang tuanya. Karena kedudukan orang tua sangat tinggi di hadapan Allah SWT. Sehingga Allah selalu menyandingkan perintah tauhid dengan perintah berbakti kepada orang tua.

Dr Miftahudin mengingatkan bahwa setelah syirik kepada Allah SWT, durhaka kepada orang tua termasuk dosa besar yang sangat dibenci-Nya. “Orang yang tidak berbakti kepada orang tua jangan berharap hidupnya akan penuh keberkahan. Birrul walidain adalah salah satu kunci utama kesuksesan hidup, baik di dunia maupun di akhirat,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa wujud birrul walidain dapat dilakukan dengan berbagai cara. Diantaranya berbicara yang baik, tidak menyakiti hati mereka, menghargai nasihat dan meminta restu dalam setiap keputusan, bersikap rendah hati dan penuh kasih sayang, serta senantiasa mendoakan dan memohonkan ampunan bagi keduanya.

Turut hadir Wakil Dekan II FAI Dr H Samsudin SAg MAg, Sekretaris FIKOM Fikri Shofin Mubarok SE MIKom. Serta Sekretaris LKPI Dr Lela Zumala Rofiqoh SM MM, Kepala Bidang BudAI Mustain SPdI MPdI, Kepala Bidang Qur’an Learning Center Dr Sugeng Hariyadi Lc MA, dan Kepala Bidang Pemakmuran Masjid Ali Mustofa.