897 Mahasiswa Ikuti KKN Tematik di Sayung dan Genuk

Berita, Nasional138 Views

897 mahasiswa Unissula diterjunkan untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) periode 21, Rabu (28/1/2026). Dengan lokasi penempatan di Kecamatan Sayung Kabupaten Demak dan Kecamatan Genuk Kota Semarang.

Penerjunan peserta KKN secara simbolik dilakukan dengan penerbangan burung perkutut di lingkungan Unissula oleh Rektor Prof Dr Gunarto SH MH.

“Burung perkutut itu memiliki 3 simbol. Yang pertama yaitu local wisdom, artinya seluruh peserta KKN melaksanakan kegiatan KKN dengan menyesuaikan adat istiadat setempat. Yang kedua yaitu peserta KKN harus bermanfaat di masyarakat, dan terakhir perkutut adalah burung yang Tangguh. Maka peserta KKN harus tangguh dan tidak mudah menyerah untuk menyelesaikan program hingga selesai,” jelasnya.

Selanjutnya menurut Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unissula Prof Dr Ir Henny Pratiwi Adi ST MT Unissula telah bekerjasama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Semarang (Disdukcapil) dan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Provinsi Jawa Tengah dalam pelaksanaan program KKN.

“Untuk program kerja kita masih melanjutkan program kerja dari Disperakim yang sudah dilakukan dari KKN periode yang lalu berupa validasi dan verifikasi rumah tidak layak huni. Dan KKN Unissula mencapai hampir 70% yang Disperakim nilai sebagai yang paling sukses dibanding perguruan tinggi lainnya,” jelasnya.

Selain itu juga bekerjasama dengan Disdukcapil. Kerjasama ini terjalin karena masih banyak penduduk Kota Semarang yang belum terdata kependudukan secara digital. Padahal pencatatan tersebut sangat penting untuk berbagai program yang diluncurkan pemerintah.

“Sudah terbukti bahwa dengan kerjasama kami dengan perguruan tinggi apa yang menjadi program besar khususnya Disdukcapil Kota Semarang ada perkembangan yang signifikan dalam melakukan pembenahan administrasi kependudukan,” ungkap Kepala Disdukcapil Kota Semarang Drs Yudi Hardianto Wibowo.

Melalui KKN Tematik ini Disperakim berharap data yang diperoleh dapat digunakan stakeholder untuk memperbaiki rumah tidak layak huni. “Dalam hal ini Unissula termasuk yang besar kontribusinya. Sehingga Unissula sudah mulai berasa di Jawa Tengah. Dulu saya hanya kenal nama Unissula, namun sekarang saya sudah kenal, mudah-mudahan nanti kiprahnya juga dikenal,” pungkas Kepala Bidang Perencanaan Teknis Perumahan dan Kawasan Permukiman Disperakim, Arif Sugeng Harianto ST.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *