Inovasi Struktur Breakwater, Andrew Ghea Mahardika Lulus Doktor dari PDTS Unissula

Berita, Nasional53 Views

Mahasiswa Program Doktor Teknik Sipil Fakultas Teknik Unissula, Andrew Ghea Mahardika ST MT mengikuti ujian terbuka doktor pada Kamis (12/2/2026) di Aula Fakultas Teknik. Ia mempresentasikan disertasinya yang berjudul analisis transmisi pada model pemecah gelombang tenggelam dari Artificial Reef Brick-2 (ARB-2).

Bertindak sebagai penguji antara lain Dr Abdul Rochim ST MT, Prof Ir Pratikso MST PhD, Ir Rachmat Mudiyono ST MT dan Prof Dr Ir Henny Pratiwi Adi ST MT. Penguji lainnya yaitu Prof Dr Ir Imam Wahyudi DEA, Prof Dr Ir Antonius MT IPU dan Prof Dr Denny Nugroho Sugianto ST MSi.

Menurut Andrew, Indonesia memiliki garis pantai terpanjang ke-4 di dunia (99.093km). Wilayah pantai bersifat dinamis namun rentan terhadap abrasi dan erosi. Pembangunan infrastruktur (reklamasi, wisata, pemukiman) sering mengubah keseimbangan pantai.

Pantai Indah Kapuk (PIK) adalah destinasi wisata strategis di Jakarta Utara. Namun ada beberapa tantangan salah satunya ancaman abrasi meningkat akibat gelombang laut dan perubahan iklim. Untuk mengatasi itu dibutuhkan pemecah ombak (breakwater). Namun breakwater konvensional yang menggunakan batu atau beton sering merusak estetika dan ekosistem.

Oleh karenanya dibutuhkan solusi perlindungan yang juga berfungsi sebagai habitat biota laut. Diperlukan struktur pelindung pantai yang efektif namun tetap ramah lingkungan.

Salah satu solusinya menggunakan breakwater tenggelam. “Breakwater tenggelam (submerged breakwater) merupakan salah satu alternatif struktur pelindung pantai yang mampu mereduksi energi gelombang tanpa mengganggu estetika kawasan pesisir,” ungkap Andrew.

Ada beberapa kesimpulan dari hasil penelitiannya. Pertama, struktur Artificial Reef Brick-2 (ARB-2) terbukti efektif meredam energi gelombang non-breaking, dengan nilai koefisien transmisi (KT) 0,19–0,39, setara reduksi energi ±60–81%. Kedua, respons gelombang terhadap ARB-2 menunjukkan pola yang konsisten dan dapat diprediksi, dipengaruhi oleh parameter non-dimensi seperti kecuraman gelombang, relative freeboard, dan crest width.

Ketiga, secara hidrodinamik, sebagian besar skenario menghasilkan KT < 0,40, menegaskan efektivitas ARB-2 sebagai pemecah gelombang tenggelam untuk kawasan pantai wisata. Keempat, struktur ARB-2 menunjukkan stabilitas yang baik selama pengujian laboratorium, tanpa pergeseran unit atau perubahan konfigurasi. Kelima, Relative freeboard (Rc/Hi) merupakan faktor desain paling dominan dalam menentukan kinerja peredaman gelombang ARB-2

Penelitiannya diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan kajian teknik pantai, khususnya terkait analisis transmisi gelombang pada struktur pemecah gelombang tenggelam berbasis Artificial Reef Brick-2 (ARB-2). Oleh karena itu, hasil penelitian ini disarankan untuk digunakan sebagai dasar dalam penelitian lanjutan yang mengkaji variasi bentuk, dimensi, dan konfigurasi unit ARB-2 terhadap kinerja peredaman gelombang.

Penelitiannya dapat juga dijadikan bahan pertimbangan awal bagi perencana, konsultan, dan pemangku kebijakan dalam memilih alternatif struktur pemecah gelombang tenggelam yang sesuai untuk kawasan pantai wisata, khususnya pada pantai reklamasi dengan kondisi dasar laut yang relatif rata dan impermeabel.

Andrew Ghea Mahardika ST MT berhasil lulus dan mendapat gelar doktor dengan IPK 3,71. Tercatat sebagai lulusan ke 59 di PDTS Fakultas Teknik Unissula.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *