Dosen Fakultas Psikologi Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Agustin Handayani, SPsi MA menjadi narasumber dalam dialog publik di TVRI Jawa Tengah pada (18/2/2026). Dalam acara tersebut, ia hadir bersama Dona Trisukma dengan host Irin Riany, membahas tema dampak media sosial terhadap self esteem (harga diri) perempuan.
Dalam pemaparannya, Agustin Handayani menjelaskan bahwa penggunaan media sosial memiliki pengaruh signifikan terhadap self-esteem perempuan. Penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa perbandingan sosial di Instagram berkontribusi sebesar 13,6% terhadap pembentukan self-esteem. Dari penelitian tersebut, 77% responden merupakan perempuan berusia 18–35 tahun.
Data ini menunjukkan bahwa perempuan menjadi kelompok yang sangat rentan terhadap dampak media sosial. Validasi berupa jumlah “like” dan komentar kerap dijadikan tolok ukur nilai diri. Semakin sering seseorang membandingkan dirinya dengan orang lain di media sosial, semakin besar potensi penurunan self-esteem. Perbandingan sosial tersebut dapat membuat perempuan merasa kurang percaya diri, meragukan nilai dirinya, bahkan mengalami tekanan psikologis.
Media sosial bukan hanya ruang interaksi, tetapi juga ruang pembentukan persepsi diri. Konten-konten yang menampilkan standar kecantikan, pencapaian, dan gaya hidup ideal sering kali seolah menjadi ukuran kebahagiaan. Tanpa disadari, khususnya bagi perempuan, terdapat batasan-batasan sosial yang tidak terlihat namun memengaruhi cara pandang terhadap diri sendiri.
Menurut Agustin Handayani, sejak kecil banyak perempuan telah terpapar perspektif bahwa kecantikan adalah hal utama. Doktrin sosial ini perlahan melekat dan membentuk keyakinan bahwa kecantikan identik dengan pencapaian. Padahal, prestasi dan keberhasilan tidak selalu berkaitan dengan aspek fisik.
Standar atau mitos kecantikan seperti harus langsing, putih, dan selalu tampil sempurna mendorong sebagian perempuan untuk mengejar standar tersebut, bahkan hingga melakukan tindakan ekstrem seperti operasi kosmetik. Ketika standar itu tidak tercapai, muncul perasaan tidak percaya diri dan merasa tidak berharga.
Padahal pada hakikatnya setiap manusia telah diciptakan dengan keunikan dan kelebihan masing-masing. Oleh karena itu, kesadaran diri serta penggunaan media sosial secara bijak menjadi kunci penting dalam menjaga self-esteem dan kesehatan mental perempuan di era digital.







