Lolos Hibah Wirausaha, Mahasiswa Unissula Kembangkan Boba Daun Kelor

Berita, Nasional1555 Views

Tim mahasiswa Unissula lolos hibah Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026. Dengan ide usaha Mori Pearl: Boba kelor segar sebagai healthy drink kekinian di bawah bimbingan dosen Bagus Satrio Waluyo Poetra SKom MCs. Mereka adalah Khoirotun Nisa’ (S1 Farmasi), Najwa Nur Fathna (S1 Pendidikan Matematika), Zahra Ramadhani (S1 Ilmu Hukum), dan Hanum Naela (S1 Pendidikan Agama Islam).

Khoirotun Nisa’ menjelaskan awal mula munculnya ide ini karena melihat kebiasaan anak muda yang suka minum boba yang tinggi gula tapi minim gizi. “Jadi, kami berinovasi menggabungkan keduanya menjadi minuman sehat yang tetap kekinian. Dimulai dari diskusi tim lintas jurusan, lalu kami lanjutkan eksperimen mandiri untuk mencari formula adonan boba yang pas dan tidak getir,” ungkapnya, Jumat (5/6/2026).

Lebih lanjut ia menjelaskan daun kelor dipilih karena kandungan nutrisinya sangat tinggi. Seperti vitamin C, vitamin A, dan antioksidan. “Keunggulan Mori Pearl, bobanya padat nutrisi berkat teknologi mikronisasi, menggunakan pemanis alami gula aren yang rendah indeks glikemik, dan menjadi solusi minuman manis yang aman untuk kesehatan (guilt-free drink),” jelasnya.

Adapun setelah dinyatakan lolos hibah, dosen pembimbing Bagus menjelaskan tim Menyusun target pengembangan usaha secara bertahap. “Target utama memperkuat fondasi usaha, baik dari sisi produk, manajemen, pemasaran, maupun keberlanjutan bisnis. Tim juga diarahkan untuk melakukan penyempurnaan produk agar lebih sesuai dengan kebutuhan pasar, memperluas jangkauan promosi, meningkatkan jumlah pelanggan, serta membangun sistem pengelolaan usaha yang lebih tertata,” ungkapnya.

Lebih lanjut pihaknya berharap tim dapat memanfaatkan hibah secara maksimal. Karena hibah pendanaan P2MW bukan hanya bantuan dana. Tetapi juga bentuk kepercayaan kepada mahasiswa untuk membuktikan ide usaha yang mereka bangun.

“Pesan saya kepada mahasiswa lain jangan takut memulai. Banyak mahasiswa memiliki ide bagus, tetapi seringkali ragu mengembangkannya karena merasa belum siap, takut gagal, atau belum memiliki modal. Padahal, program seperti ini justru menjadi ruang untuk belajar mengembangkan usaha dengan pendampingan terarah,” jelasnya.

Bagus menyebut lolosnya tim dalam hibah pendanaan P2MW menunjukkan ide usaha mahasiswa memiliki potensi. “Prestasi ini juga menjadi bukti mahasiswa mampu bersaing dalam program kewirausahaan tingkat nasional dan memiliki kapasitas untuk mengembangkan usaha secara lebih professional,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, “Keberhasilan ini bukan hanya kebanggaan, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus mendorong mahasiswa lebih aktif dalam kegiatan kewirausahaan. Lolos P2MW merupakan awal dari proses yang lebih besar, karena setelah memperoleh pendanaan, tantangan berikutnya adalah bagaimana tim mampu merealisasikan rencana usaha,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *