Satu-satunya di Indonesia: Bidan Unissula Padukan Sains Kontemporer dan Standar Syariah

Berita, Nasional61 Views

53 bidan baru Fakultas Farmasi Unissula mengikuti sumpah profesi bidan periode IX dengan presentase kelulusan Uji Kompetensi Bidan Indonesia adalah 100%. Sehingga saat ini terdapat 243 bidan Unissula yang tersebar baik nasional dan internasional dengan masa tunggu kerja adalah 0 bulan. “Sehingga sebagai lulusan bidan Unissula wajib bersyukur”, ungkap Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH, Selasa (23/6/2026).

Rektor juga mengungkap salah satu ciri utama Prodi Profesi Bidan Unissula adalah mengintegrasikan antara sains bidan kontemporer dengan sains bidan syariah yang dibutuhkan bangsa ini. “Sehingga menjadi satu-satunya lulusan bidan yang memiliki kompetensi penanganan pemeliharaan bayi sejak dalam kandungan sampai melahirkan hingga pasca melahirkan dengan standar syariat islam,” jelasnya.

Pihaknya berpesan sebagai seorang bidan tidak hanya menerapkan ilmu kebidanan yang dimiliki. Atau hanya untuk mencari nafkah. “Tetapi sedang menjalankan perintah Allah. Sehingga harus semangat mengabdi untuk bangsa dan negara dalam memelihara janin beserta ibu, dan harus diniatkan sebagai ibadah kepada Allah,” ungkapnya.

Disamping itu Ketua Pengurus Daerah (PD) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Jawa Tengah Dr Istirochah SSiT BD MKes mengungkap profesi bidan memiliki posisi strategis dalam pembangunan bangsa. “Karena bidan bukan hanya tenaga kesehatan yang membantu proses persalinan. Tetapi mitra perempuan di sepanjang siklus hidupnya. Sehingga harus dipahami bahwa pelayanan bidan tidak hanya berorientasi pada tindakan klinis, tetapi juga berbasis pada hak perempuan,” ungkapnya.

Istirochah juga menyebut sebagai bidan di era digital saat ini tidak terbatas pada praktik puskesmas, klinik atau rumah sakit. Namun juga bisa hadir di ruang digital. “Di era industri 5.O, melalui ruang digital bisa meningkatkan derajat para bidan dengan meluruskan informasi-informasi negatif yang tersebar di masyarakat saat ini,” jelasnya.

“Selamat memasuki gerbang pengabdian sebagai bidan profesional. Jadilah bidan yang berilmu, berakhlak mulia, menjunjung hak perempuan, aktif menebar manfaat di ruang nyata maupun digital, terus belajar sepanjang hayat, serta berani menjadi pemimpin yang membuka peluang bagi banyak orang,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *