Mahasiswa Magister Keperawatan Unissula Kembangkan Inovasi Digital Sipedar dan RenalCare+ di RS Harapan Bunda Batam

Berita1607 Views

Mahasiswa Magister Keperawatan Unissula melaksanakan diseminasi akhir proyek inovasi (innovation in caring) di Rumah Sakit Harapan Bunda Batam (7/8/2026). Kegiatan menghadirkan dua inovasi berbasis teknologi digital. Dua inovasi itu Sipedar (sistem deteksi dini perdarahan postpartum) dan RenalCare+. Tujuannya mendukung peningkatan mutu, keselamatan, serta transformasi digital dalam pelayanan keperawatan berbasis AI dan maqasid syariah bagi pasien hemodialisis.

Inovasi Sipedar dikembangkan oleh Ayu Novitasari Salatun, Fatma Jama, Inke Asmika, dan Novita Rizkia Suswanti P pada peminatan Keperawatan Maternitas. Implementasi Sipedar di RS Harapan Bunda Batam dilaksanakan oleh Inke Asmika melalui beberapa tahapan, meliputi koordinasi, sosialisasi, pelatihan perawat, uji coba kepada ibu nifas, serta monitoring dan evaluasi. Proyek ini mendapatkan bimbingan akademik dari Dr Ns Sri Wahyuni MKep Sp Kep Mat dan bimbingan klinik dari Dr Ns Didi Yunaspi MKep.

Sipedar merupakan aplikasi berbasis Android yang dirancang untuk mendukung deteksi dini risiko perdarahan postpartum. Aplikasi ini dilengkapi dengan fitur skrining mandiri, klasifikasi risiko, Early Warning System (EWS), dashboard monitoring perawat, serta edukasi kesehatan. Implementasi Sipedar berlangsung selama empat pekan dan menunjukkan bahwa aplikasi dapat diterima dengan baik oleh pengguna serta berpotensi memperkuat pemantauan kondisi ibu nifas secara lebih terstruktur.

Sementara itu, inovasi RenalCare+ merupakan inovasi digital yang dikembangkan secara kolaboratif oleh Al Amin, Fayza Fatika Meylandinniah, Hidayat Hartanto Permana, Linda Fitriawati, Sri Lestari, dan Sri Madang Dg Pabilla. Inovasi ini dikembangkan pada peminatan Keperawatan Medikal Bedah dengan fokus pada peningkatan self-management pasien hemodialisis.

RenalCare+ merupakan platform digital berbasis Android yang dirancang untuk membantu pasien hemodialisis dalam melakukan pemantauan dan pengelolaan kondisi kesehatannya secara lebih mandiri. Beberapa fitur yang dikembangkan meliputi pemantauan asupan cairan harian, berat badan dan Interdialytic Weight Gain (IDWG), pengingat jadwal hemodialisis, pengingat konsumsi obat, edukasi diet pasien hemodialisis, pemantauan akses vaskular, serta berbagai fitur pendukung self-care management.

Salah satu karakteristik yang menjadi keunggulan RenalCare+ adalah integrasinya dengan prinsip Maqasid Syariah. Pendekatan tersebut digunakan sebagai landasan dalam pengembangan inovasi agar teknologi tidak hanya berorientasi pada aspek klinis, tetapi juga memperhatikan nilai-nilai kemaslahatan, keselamatan, dan pemeliharaan kehidupan pasien. Dengan demikian, RenalCare+ diharapkan dapat menjadi inovasi yang mengintegrasikan teknologi digital, pelayanan keperawatan, dan nilai-nilai Islami dalam mendukung perawatan pasien hemodialisis.

Dalam proyek inovasi ini, Hidayat Hartanto Permana berkesempatan mengaplikasikan RenalCare+ di RS Harapan Bunda Batam. Implementasi dilakukan melalui tahapan koordinasi dengan pihak rumah sakit, sosialisasi, edukasi dan pendampingan kepada pasien, uji coba penggunaan aplikasi, serta monitoring dan evaluasi. Pelaksanaan di lapangan menjadi bagian penting untuk memperoleh gambaran mengenai penerimaan, kemudahan penggunaan, serta potensi pemanfaatan RenalCare+ dalam mendukung self-management pasien hemodialisis.

Melalui kedua inovasi tersebut, mahasiswa Magister Keperawatan Unissula berupaya menghadirkan solusi berbasis teknologi yang dapat menjawab kebutuhan pelayanan keperawatan di lapangan. Sipedar berfokus pada penguatan deteksi dini risiko perdarahan postpartum, sedangkan RenalCare+ berfokus pada penguatan self-management dan pemantauan pasien hemodialisis.

Kegiatan diseminasi hasil proyek inovasi menjadi momentum untuk memaparkan proses pelaksanaan inovasi, hasil evaluasi, berbagai tantangan selama implementasi, serta rencana pengembangan dan keberlanjutan program. Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk memperoleh masukan dari pihak rumah sakit dan pembimbing guna menyempurnakan inovasi agar semakin sesuai dengan kebutuhan pelayanan.

Diseminasi dihadiri oleh jajaran manajemen dan tenaga kesehatan RS Harapan Bunda Batam, mahasiswa, serta pembimbing akademik dan pembimbing klinik. Untuk proyek RenalCare+, kegiatan juga mendapatkan arahan dari Dr Ns Ahmad Ikhlasul Amal MAN selaku Pembimbing Akademik.

Ke depan, Sipedar dan RenalCare+ diharapkan tidak hanya menjadi luaran akademik mahasiswa, tetapi dapat terus dikembangkan sebagai inovasi berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi pasien dan tenaga kesehatan. Pengembangan kedua inovasi tersebut juga diharapkan dapat mendukung transformasi digital serta peningkatan kualitas pelayanan keperawatan di RS Harapan Bunda Batam.

Melalui kegiatan innovation in caring ini, mahasiswa Magister Keperawatan Unissula menunjukkan bahwa inovasi keperawatan dapat dikembangkan.  Mereka meyakini dengan memadukan ilmu keperawatan, teknologi digital, kebutuhan pelayanan, serta nilai-nilai kemanusiaan dan spiritual untuk menghasilkan pelayanan kesehatan yang lebih efektif, aman, dan berorientasi pada pasien.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *