KH Saefudin Ajak Santri Mahasiswa Unissula Amalkan Ilmu Berbakti kepada Orang Tua

Berita1685 Views

Mahasiswa harus mengamalkan ilmu yang diperoleh selama belajar. Ilmu tidak cukup hanya menjadi pengetahuan, tetapi harus menjadi bekal dalam menjalani kehidupan.

Pesan tersebut disampaikan KH Saefudin dari Pondok Pesantren Al Mahfudoh Hasan Anwar Grobogan dalam Khutbah Wada’ Pesantren Mahasiswa Sultan Agung (Pesanmasa) Gelombang V Unissula. Kegiatan berlangsung di Masjid Abu Bakar Assegaf Kampus Unissula, Kamis (20/8/2026).

Khutbah Wada’ menjadi penanda berakhirnya Pesanmasa Gelombang V yang telah berlangsung selama dua bulan. Program tersebut diikuti mahasantri dari Fakultas Agama Islam (FAI) dan Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom).

Selama mengikuti program, para mahasantri mendapatkan pembinaan keislaman dan pembiasaan ibadah. Mereka juga mendapatkan penguatan karakter, khususnya dalam membudayakan birrul walidain.

Kepala Lembaga Kajian dan Pengembangan Islam (LKPI) Unissula Moh Farhan SPdI SHum MPdI mengatakan program Pesanmasa Gelombang V berjalan dengan baik. Menurutnya, program tersebut berhasil mencapai tujuan pembinaan yang telah ditetapkan.

“Alhamdulillah, perjuangan para mahasantri selama dua bulan dapat diselesaikan dengan baik,” ujarnya. Ia menjelaskan, Pesanmasa memiliki tiga fokus utama, yaitu penguatan keilmuan keislaman, pembiasaan ibadah, dan penguatan karakter birrul walidain.

“Birrul walidain menjadi salah satu program unggulan Unissula,” jelasnya. Ia berharap nilai-nilai tersebut terus diamalkan para mahasantri setelah menyelesaikan program.

Sementara itu, KH Saefudin menekankan pentingnya mengamalkan ilmu dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, ilmu harus menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memberikan manfaat kepada orang lain.

“Ilmu yang didapatkan jangan hanya menjadi pengetahuan, tetapi harus diamalkan,” tuturnya. Ia juga mengingatkan para mahasantri agar tetap menjaga ibadah setelah menyelesaikan program Pesanmasa.

KH Saefudin juga menekankan pentingnya berbakti kepada kedua orang tua. Menurutnya, budaya birrul walidain harus terus dijaga karena ridha orang tua menjadi bagian penting dalam meraih keberkahan dan kesuksesan.

“Dengan kita melaksanakan budaya birrul walidain dalam amalan kita, kita berharap mendapatkan ridha Allah,” katanya. Ia menambahkan, ridha Allah dan ridha orang tua menjadi jalan menuju kesuksesan dunia dan akhirat.

“Ketika Allah ridha dan orang tua juga ridha, insyaallah akan menjadi jalan bagi kita untuk mendapatkan kesuksesan, baik di dunia maupun di akhirat,” jelasnya. Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan utama dalam tausiyah yang disampaikan kepada para mahasantri.

Dalam tausiyahnya, KH Saefudin juga membahas angka 17-8-45 yang dikenal sebagai tanggal kemerdekaan Indonesia. Ia mengaitkan angka tersebut dengan nilai-nilai keislaman sebagaimana pernah disampaikan KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen.

Angka 17 dikaitkan dengan 17 rakaat salat wajib dalam sehari. Angka 8 dikaitkan dengan delapan pintu surga, sedangkan angka 45 dikaitkan dengan jumlah syahadat yang diucapkan dalam rangkaian salat lima waktu.

Pemaknaan tersebut menjadi salah satu cara melihat momentum kemerdekaan Indonesia dari perspektif nilai-nilai keislaman. Hal itu sekaligus menjadi refleksi bagi para mahasantri untuk terus menjaga hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia.

KH Saefudin berpesan agar para mahasantri menjaga tiga hal setelah menyelesaikan program. Ketiganya adalah ilmu, ibadah, dan birrul walidain. “Terus jaga ibadah dan budaya birrul walidain,” pesannya. Ia berharap nilai-nilai tersebut tetap menjadi bagian dari kehidupan para mahasantri setelah kembali ke lingkungan masing-masing. “Dengan berbakti kepada orang tua, kita berusaha mendapatkan ridha mereka. Dari ridha orang tua itulah insyaallah menjadi jalan mendapatkan ridha Allah,” pungkasnya.

Kegiatan Khutbah Wada’ tersebut turut dihadiri Wakil Dekan II Fakultas Agama Islam Dr H Samsudin SAg MAg. Hadir pula Sekretaris Fakultas Ilmu Komunikasi Fikri Shofin Mubarok SE MIKom.

Turut hadir Sekretaris LKPI Dr Lela Zumala Rofiqoh SM MM dan Kepala Bidang BudAI Mustain SPdI MPdI. Hadir pula Kepala Bidang Qur’an Learning Center Dr Sugeng Hariyadi Lc MA, Kepala Bidang Pemakmuran Masjid Ali Mustofa, Kepala UPT Pemasaran dan Kehumasan Dr Setiawan Widiyoko ST SH MSi MKn serta Kepala Kemahasiswaan Ady Fajar Putranto SE.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *